3D Modeling untuk Metode Pembelajaran PAKEM


3D Modeling untuk Metode Pembelajaran PAKEM

Rindi Antika O (0703716), Lies Puji Lestari (0704248), Annisa Nurul Fitri (0704325), Ucy Herawati (0706643), Wulan Sukmawati (0705369), Wiwin Eviany (0706021), Novita Wandasari (0700097), Dini Adistiani (0706504), Gina Rahayu (0700091), Nur Azizah (0706480), Dian Fitriani (0706534)

Abstrak

Video Ilustrasi permukaan, kedudukan, dan pergerakan bulan dalam tata surya ini adalah sebuah media pembelajaran bagi siswa SMP. Dengan menggunakan konsep 3D Modeling, video ini membuat sebuah materi pembelajaran yang bersifat abstrak menjadi lebih nyata sehingga dapat memudahkan siswa dalam memahami materi yang disampaikan.Video ini merupakan media yang membantu untuk mengembangkan metode pembelajaran yang sudah ada yaitu metode pembelajaran PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan), di mana pada video ini mendemonstrasikan materi yang berkenaan dengan bulan dengan lebih kreatif, efektif , dan menyenangkan dibandingkan hanya sekedar mendengarkan penjelasan atau membaca dari buku. Materi yang akan disajikan adalah permukaan bulan, pergerakan bulan yang terdiri dari gerhana bulan, gerhana matahari, dan fase bulan. Inti dari demonstrasi ini adalah mengajak siswa agar dapat berpikir aktif sehingga dapat tercipta kegiatan belajar mengajar yang lebih efektif. Yang mengajak imajinasi siswa untuk menjelajah lebih jauh dalam menelusuri bulan.

Kata Kunci : 3D Modeling, Media Pembelajaran, Bulan

  1. Pendahuluan

Dalam menciptakan sebuah pembelajaran yang efektif dibutuhkan suatu metode pembelajaran yang efektif pula. Dewasa ini, salah satu masalah pendidikan di Indonesia adalah kurangnya penerapan metode pembelajaran yang efektif yang dapat membawa siswa mengimajinasikan suatu materi yang abstrak menjadi lebih nyata yang dapat membuat siswa lebih mengerti tentang materi yang mereka pelajari. Dari beberapa metode pembelajaran yang ada, satu metode yang paling menarik untuk diterapkan yaitu PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan).

Berbicara metode pembelajaran, takkan lepas dari media pembelajaran yang akan digunakan dalam metode yang digunakan. Banyak media pembelajaran yang digunakan, baik itu bersifat konvensional (tradisional) maupun yang berkembang mengikuti pesatnya perkembang-an teknologi. Melihat fenomena tersebut, tak ada salahnya untuk memanfaatkan teknologi saat ini yang semakin canggih dalam menerapkan sebuah metode yang mengajak siswa untuk berimajinasi dan mendeskripsikan hal yang abstrak menjadi sesuatu yang mudah dibayangkan dan dimengerti.

Dari uraian tadi timbul sebuah ide untuk mengilustrasikan sebuah materi. Salah satu materi abstrak yang dibutuhkan untuk dikembangkan dalam format multimedia adalah pergerakan bulan dan permukaannya.

  1. Landasan Teori

  2. Kurikulum Sekolah

Kurikulum mengenai bulan ada di materi kelas IX dengan detail silabus sebagai berikut:

  • Standar Kompetensi :

    Memahami sistem tata surya dan proses yang terjadi di dalamnya.

  • Kompetensi dasar:

    Mendeskripsikan gerak edar bumi, bulan, dan satelit buatan serta pengaruh interaksinya.

  • Materi pokok/pembelajaran:

    Mendiskripsikan terjadinya gerhana bulan, gerhana matahari, fase bulan dan menghubungkannya dengan peristiwa pasang surut air laut.[1]

  1. Metode pembelajaran PAKEM

Pembelajaran menggunakan alat peraga berarti mengoptimalkan fungsi  seluruh panca indra siswa untuk meningkatkan efektivitas siswa belajar dengan cara mendengar, melihat, meraba, dan menggunakan pikirannya secara logis dan realistis.

Pelajaran tidak sekedar menerawang pada wilayah abstrak, melainkan sebagai proses empirik yang konkrit yang realistik serta menjadi bagian dari hidup yang tidak mudah dilupakan.[2]

Hal di atas sesuai atau terkait dengan metode pembelajaran PAKEM yang saat ini masih dikembangkan.

PAKEM singkatan dari Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan.

Aktif dimaksudkan bahwa dalam proses pembelajaran guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya, mempertanyakan, dan mengemukakan gagasan. Belajar memang merupakan suatu proses aktif dari si pembelajar dalam membangun pengetahuannya, bukan proses pasif yang hanya menerima kucuran ceramah guru tentang pengetahuan.

Kreatif juga dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa.

Keadaan aktif dan menyenangkan tidaklah cukup jika proses pembelajaran tidak efektif, yaitu tidak menghasilkan apa yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran berlangsung, sebab pembelajaran memiliki sejumlah tujuan pembelajaran yang harus dicapai. Jika pembelajaran hanya aktif dan menyenangkan tetapi tidak efektif, maka pembelajaran tersebut tak ubahnya seperti bermain biasa.[3]

Metode pembelajaran PAKEM ini sesuai dengan mata pelajaran IPA-FISIKA. Dimana dalam beberapa materi fisika diperlukan beberapa penyampaian materi dengan simulasi ataupun demonstrasi. Karena, materi yang ada pada dasarnya bersifat abstrak sehingga, diperlukan sebuah alat peraga yang dapat menjelaskan materi tersebut.

Dalam hal ini dengan menggunakan alat peraga berupa video simulasi tentang bulan. Awalnya siswa hanya dapat melihat bulan pada saat malam hari. Konsep awal bulan yang dilihat siswa adalah bulat atau setengah bulan, putih dan terang.

Maka, dengan adanya alat peraga simulasi tentang bulan ini siswa diarahkan untuk aktif bertanya dalam kelas. Misalnya, mengapa bulan dapat terlihat setengah lingkaran? Ataupun mengapa dikatakan suatu malam tersebut ada gerhana bulan? dll.

Pertanyaan – pertanyaan seperti itulah yang sedikitnya diharapkan oleh guru. Kegiatan belajar mengajar yang efektif yang sangat diharapkan oleh guru dan kegiatan belajar yang menyenangkan yang diharapkan oleh siswa.

Metode pembelajaran PAKEM ini sangat sesuai dengan yang diharapkan guru dan siswa.

  1. 3D Modeling untuk Media Pembelajaran

3D modeling tidak lain adalah pembentukan karakter atau metode memiliki 3 dimensi (seperti dalam dunia nyata) dengan menggunakan teknik dan alat yang disediakan oleh perangkat lunak komputer.  Produk yang dihasilkan ini disebut sebagai metode 3D. Metode 3D mewakili objek 3D menggunakan koleksi poin dalam ruang 3D, dihubungkan dengan berbagai entitas geometris seperti segitiga, garis, permukaan lengkung dan sebagianya. Metode 3D menggunakan koordinat x, y dan z yang memungkinkan kita dapat melihat sudut pandang objek secara lebih nyata.

Hampir semua metode 3D dapat dibagi menjadi dua kategori.

  1. Solid – Metode-metode ini menentukan volume objek yang mereka wakili (seperti batu). Ini lebih realistis, tapi lebih sulit untuk membangun. Metode padat banyak digunakan untuk simulasi nonvisual seperti dalam dunia medis.

  2. Shell / batas – metode ini mewakili permukaan, misalnya batas dari objek, bukan volume (seperti kulit telur yang amat sangat tipis). Ini lebih mudah untuk bekerja daripada metode padat. Hampir semua metode visual digunakan dalam permainan.[4]

Metode 3D telah banyak dimanfaatkan di segala bidang. Dalam dunia pendidikan, metode 3D dimanfaatkan untuk membuat media pembelajaran. Media pembelajaran seperti ini dapat menunjang metode pembelajaran. Pemanfaatan metode 3D bertujuan untuk mempermudah mempelajari suatu materi, khususnya pada materi yang konsepnya bersifat abstrak atau konsep tersebut sulit untuk diwujudkan dalam kehidupan nyata. Hal ini dapat diimplementasikan melalui media pembelajaran animasi 3D, dimana objek-objek yang ada dimetodekan ke dalam bentuk 3 dimensi. Animasi 3D visual sehingga dapat dengan mudah dipelajari oleh peserta didik. Animasi 3D berbentuk simulasi dapat membawa peserta didik mempelajari materi yang sulit dibayangkan, misalnya materi tata surya.

  1. Rancangan Video

  2. Materi Yang Disajikan

Materi yang akan disajikan dalam video demonstrasi ini adalah mengenai bulan. Keabstrakan pergerakan bulan maupun permukaan bulan terkadang membuat siswa sulit memahaminya jika hanya sekedar dijelaskan atau hanya melihat gambar secara 2 dimensi. Jika dilihat dari materinya yaitu pergerakan bulan, maka dibutuhkan sebuah demonstrasi atau video yang dapat menggambarkannya secara langsung. Dan jika dilihat dari bentuk bulan yang akan diilustrasikan disini, dibutuhkan konsep gambar yang bersifat 3 dimensi. Itulah alasan kami memilih mengapa bulan (materi IPA) yang akan kami sajikan dalam video demonstrasi media pembelajaran. Materi dalam video ini mencangkup penjelasan mengenai permukaan bulan, gerhana bulan, gerhana matahari, dan fase-fase bulan.

  1. Alur Penyajian Materi

Alur cerita film 3D Modeling yang berjudul Pergi ke Bulan berdurasi sekitar 20 menit ini diawali oleh seorang astronot yang bernama Onot sedang meneliti luar angkasa dengan teropong bintangnya. Astronot itu dalam waktu dekat akan melakukan ekspedisi nya yang pertama untuk pergi ke luar angkasa. Kini dia sedang mengamati tujuan mana yang tepat untuk ekspedisinya.

Pertama-tama teropong menyorot bagian atas tata surya, kemudian teropong menyorot bagian samping tata surya dari mulai planet terluar tata surya, kemudian teropong bergerak semakin dalam melewati planet demi planet sampai kepada empat planet terdekat dengan matahari, yaitu mars, bumi, venus, dan merkurius. Teropong akan semakin focus ke planet bumi , matahari dan bulan.

Setelah membaca sekilas keterangan planet bumi, matahari, dan bulan astronot tertarik dengan satelit yang dimiliki oleh bumi yaitu bulan, karena sifat bulan yang berpengaruh besar terhadap kehidupan di bumi. Selanjutnya tokoh Onot mengunjungi bulan dan menjelaskan serta memetodekan bentuk dari permukaan bulan. Siswa di ceritakan diajak untuk mengelilingi dan mengamati apa saja yang tedapat pada permukaan bulan. Siswa akan diperlihatkan struktur permukaan bulan mulai dari gundukan-gundukan yang terdapat pada permukaan bulan, terdapat pula sederetan gunung seta cekungan – cekungan permukaan bulan yang paling sering terlihat di gambar-gambar penampang bulan.

Setelah memperlihatkan mengenai permukaan bulan, tokoh onot akan menjelaskan mengenai fase-fase bulan. Maka akan muncul tayangan fase – fase bulan ketika dilihat dari bumi. Perubahan permukaan bulan yang diamati dari bumi yaitu :

  • Mula-mula saat bulan baru (new moon), tidak ada cahaya bulan yang nampak.

  • Keesokan harinya bulan sabit tipis (waxing crescent) nampak di ufuk barat sebelum terbenam matahari. Setiap hari, luasan cahaya bulan tersebut terus membesar, hingga setelah kira-kira tujuh hari kemudian mencapai setengah dari luasan cakram bulan. Saat itu disebut first quarter, karena kira-kira umur bulan (moon) adalah seperempat bulan (month). Luasan bulan terus membesar hingga kira-kira 14 hari setelah new moon, luasan cakram bulan mencapai maksimum 100% yang disebut dengan bulan purnama (full moon).

  • Selanjutnya, luasan cahaya cakram bulan mulai mengecil hingga kembali mencapai setengah luasan, yang disebut sebagai fase last quarter. Kemudian bulan kembali berbentuk bulan sabit tipis (waning crescent) yang nampak di ufuk timur sebelum matahari terbit.

  • Akhirnya, bulan kembali mengalami fase bulan baru.

Berikut merupakan gambar materi mengenai fase bulan :

Gambar 3.1 Fase-Fase Bulan

Kemudian Onot menjelaskan bagaimana posisi antara bulan, bumi dan matahari sehingga terjadi gehana bulan dan gerhana matahari. Penjelasan materi ini disajikan dalam bentuk kejadian menarik yang dialami Onot. Sang Astronot tiba-tiba merasa kedaan sekitar menjadi gelap, kemudian dia berfikir bahwa ini lah yang dinamakan gerhana.

Gambar 3.2 Gerhana Bulan dan Gerhana Matahari

Setelah puas meneliti di bulan. Astronot kembali ke bumi. Tidak lupa sang astronot mengambil beberapa gambarnya dibulan dengan kamera yang dia milikinya.

  1. Sasaran Pengguna Video

Objek yang menjadi sasaran pembuatan video demonstrasi ini adalah siswa SMP karena materi mengenai tata surya khususnya bulan ada di kurikulum Fisika SMP kelas IX (seperti yang terlampir dalam landasan teori). Walaupun materi yang disajikan untuk kelas XI, akan tetapi materi ini akan mudah dicerna dan dipahami walaupun secara kurikulum siswa kelas VII dan VIII belum mempelajarinya.

  1. Tujuan Pembuatan Video

Seperti yang telah diutarakan tadi, tujuan utama dari pembuatan video ini adalah untuk mengilustrasikan materi abstrak mengenai bulan baik itu pergerakannya maupun permukaannya menjadi sebuah materi yang terlihat nyata sehingga mudah bagi murid untuk memahaminya dan menjelaskannya. Murid yang melihat video ini akan merasakan sendiri bagaimana permukaan dan struktur bulan serta semua gejala yang terjadi di bulan melalui tokoh seorang astronot bernama onot. Tokoh onot akan mengalami beberapa kejadian menarik yang menggambarkan semua gejala yang bisa terjadi di bulan, terutama semua gejala yang biasa terasa pengaruhnya ke bumi, seperti gerhana dan fase bulan lainnya. Semua gejala ini akan disajikan dalam bentuk kejadian menarik sehingga materi bisa tersampaikan dengan baik tanpa membuat murid merasa jenuh. Murid akan seperti melihat film animasi 3D, tapi mereka juga akan mendapat materi mengenai bulan.

  1. Kebutuhan Pembuatan Video

Kebutuhan yang dibutuhkan untuk pembuatan video demonstrasi ini antara lain, software Flash, 3D max, dan 3D papervision. Kami menggunakan 3D max 8 untuk membuat semua elemen yang terdapat pada video 3D. Semua objek mulai dari benda langit, latar dan tokoh Astronotnya sendiri dibuat dalam 3D. Untuk menjelaskan materi lebih detail lagi, kita menggunakan beberapa animasi yang dibuat dengan Adobe Flash CS3 AS3. Untuk mengintegrasikan antara 3D Max 8 dan Adobe Flash CS3 kami menggunakan 3DPapervision.

  1. Kesimpulan

  1. Dengan manggunakan multimedia pembelajaran, tujuan pembelajaran akan lebih mudah untuk dicapai.

  2. 3D Modeling mempermudah penyampaian materi yang abstrak menjadi terlihat lebih nyata.

  3. Video 3D Modeling ini merupakan media yang membantu untuk menciptakan metode pembelajaran yang bersifat PAKEM (Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan).

  4. Berdasarkan fakta yang ada, film animasi 3D saat ini sedang meraja dan menarik perhatian orang seumuran murid SMP. Adanya film animasi 3D membuat media pembelajaran ini akan lebih nyaman dan menarik untuk dinikmati.

Daftar Pustaka

[1]    Silabus KTSP SMP 3.doc (http://downloads.ziddu.com/downloadfiles/1231546/KTSPIPAFisikaSMP3.zip).

[2]    Alat Peraga Pembelajaran, 2009 (http://gurupembaharu.com/pembelajaran_/proses/alat-peraga-pembelajaran/).

[3] Sudrajat, Akhmad; Konsep PAKEM, 2008 (http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/01/22/konsep-pakem/).

[4] 3D Modeling, 2010

(http://en.wikipedia.org/wiki/3D_metodeing /)

2 thoughts on “3D Modeling untuk Metode Pembelajaran PAKEM

  1. kereen banget mbak, kalo ngajar pake 3D modeling kayak gini, bikin sendiri lagi modelnya. mantap. ohya videonya gak disertakan ya untuk di download? padahal kalo dibagikan bagus juga tuh, bisa lebih bermanfaat. :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s