Beberapa bulan yg lalu, saya di ajak oleh keluarga om saya untuk pergi berlibur. Tujuan akhir dari liburan ini adalah kota madura tapi sebelum menuju kota madura tersebut, kita semua melakukan beberapa persinggahan dan wisata di beberapa kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Penasaran dengan ceritanya?Let’s check this out
Perjalanan pertama di mulai dari kota Bandung. Pemberangkatan di mulai sekitar pukul 05.00 WIB. Setelah menempuh perjalanan sekitar 10 jam dan melakukan pemberhentian beberapa kali ahkirnya kami semua tiba di sebuah hotel yg terletak di pusat Kota Semarang.
Malam harinya, kami semua pergi ke daerah Bandungan atau yang biasa dikenal dengan sebutan Semarang atas, di sini kita bisa melihat keindahan kota Semarang di malam hari, lengkap dengan lautan hamparan cahaya ibu kota provinsi Jawa Tengah ini. Tak kalah hebatnya dengan suasana Puncak Bogor atau Dago Atasnya kota Bandung.

Esok harinya, wisata dilanjutkan dengan berkunjung ke sebuah bangunan bersejarah yang bernama “Lawang Sewu”. Apakah ada yang sudah mengenal Lawang Sewu? Ataukah mungkin Anda sudah pernah mengunjungi bangunan tersebut? Lawang Sewu adalah sebuah bangunan yang terletak di pusat kota Semarang, Jawa Tengah. Banyak orang mengenal bangunan tersebut dari sebuah film bergenre horor yang berjudul “Lawang Sewu (Dendam Kuntilanak)”. Memang tidak dapak dipungkuri, kesan horor muncul begitu saja saat pertama kali memasuki bangunan seluas dan sebesar itu, ditambah dengan kesan film yg berlokasi di sini yg semakin melekatkan kesan horor tersebut.
Lawang Sewu merupakan sebuah gedung di Semarang, Jawa Tengah yang merupakan kantor dari Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS. Dibangun pada tahun 1904 dan selesai pada tahun 1907. Terletak di bundaran Tugu Muda yang dahulu disebut Wilhelminaplein. Setelah kemerdekaan, bangunan ini dipakai sebagai kantor Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI) atau sekarang PT Kereta Api Indonesia. Selain itu pernah dipakai sebagai Kantor Badan Prasarana Komando Daerah Militer (Kodam IV/Diponegoro ) dan Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Perhubungan Jawa Tengah.
Pada masa perjuangan gedung ini memiliki catatan sejarah tersendiri yaitu ketika berlangsung peristiwa Pertempuran lima hari di Semarang (14 Oktober – 19 Oktober 1945). Gedung tua ini menjadi lokasi pertempuran yang hebat antara pemuda AMKA atau Angkatan Muda Kereta Api melawan Kempetai dan Kidobutai, Jepang. Maka dari itu Pemerintah Kota Semarang dengan Surat Keputusan Wali Kota Nomor. 650/50/1992, memasukan Lawang Sewu sebagai salah satu dari 102 bangunan kuno atau bersejarah di Kota Semarang yang patut dilindungi. (sumber: Wikipedia)
Saat ini Lawang Sewu sedang mengalami tahap renovasi, tanpa sedikit pun merubah bentuk atau ciri khas dari bangunan tersebut sehingga nantinya dapat digunakan sebagai museum bangunan bersejarah.
Selamat berkunjung dan bertualang di Lawang Sewu.












Asop
January 7, 2012 at 07:36 pm01
Semoga renovasi Lawang Sewu-nya cepat selesai.
nidasa
January 8, 2012 at 07:36 pm01
terima kasih atas perhatiannya, mohon bantuan sokongan dananya juga dong #eh..