Akhirnya bisa menonton tayangan Indonesia Movie Awards 2010, walau hanya siaran ulangannya saja. Ternyata masih banyak film yang belum saya tonton, padahal menonton film sudah menjadi kegiatan rutin selama tinggal di bandung, entah film itu ditonton dengan langsung menyambangi bioskop terdekat, meminjam atau membeli dvd bajakan, atau bahkan mendownload langsung dari internet. Apa pun caranya, yang penting harus nonton, terutama box office. Nah itu lah slogan hidup saya, hehe… Buat saya pekerjaan nonton itu bukan cuma sekedar hiburan, tapi juga sebagai inspirasi. Kalau bagi sebagian orang nonton film itu adalah hal yang gak berguna, mungkin hal itu gak berlaku buat saya. Bagi saya, film bisa memberikan banyak pelajaran, gak cuma masalah tempat setting pembuatan filmnya yang menarik, tapi juga masalah norma, moral dan kebudayaan di tiap negara atau daerah yang bisa dikatakan unik.
Pada tanggal 2-3 Mei 2010 yang lalu diadakan Festival Sinema Perancis yang diselenggarakan di XXI Ciwalk Bandung, Indonesia. Sebenarnya saya tau kabar tersebut dari seseorang, katakanlah dia bernama Mr. X, dan dia nawarin mau nonton nggak, ya saya jawab liat nanti aja, kalo jadi nanti saya sms. Singkat cerita, hari itu tanggal 3 Mei 2010 dengan keadaan yang linglung karena begadang semalaman ngerjain tugas besar, akhirnya memutuskan untuk pulang ke kosan saja, dan tidak jadi menonton Festifal Sinema Perancis karena keadaan tubuh yang ngantuk berat dan nyaris tumbang (lebay mode: on
). Oleh karena itu, saya memutuskan untuk tidak sms saja, karena memang tidak jadi berniat untuk menonton. Akhirnya kembali berdiam di kosan dan mengutak-atik kembali tugas besar yang dikerjakan semalaman itu dengan hanya berdampak sedikit perubahan saja (tidak apa-apa kan yang penting kan usaha
). Read the rest of this entry »











