RSS

Tag Archives: jepang

Cosplay (Costume Play)

“Hei, besok ada cosplay tuh di ciwalk, mau nonton ngga?”. Tanya salah seorang teman di kala itu, agak asing mendengar istilahnya, cosplay apaan itu? Pertunjukkan seperti apa? Begitulah kira-kira selintas kata yang selalu muncul di otak ini ketika mendengar kata cosplay. Sebagai mahasiswi baru Universitas Pendidikan Indonesia di kala itu agak aneh rasanya mendengar istilah itu, tapi tidak begitu bagi para pecinta komik Jepang, mereka mengetahui apa arti cosplay tersebut.


Foto waktu liat cosplay di Ciwalk Bandung

Cosplay (コスプレ Kosupure?) adalah istilah bahasa Inggris buatan Jepang (wasei-eigo) yang berasal dari gabungan kata “costume” (kostum) dan “play” (bermain). Cosplay berarti hobi mengenakan pakaian beserta aksesori dan rias wajah seperti yang dikenakan tokoh-tokoh dalam anime, manga, manhwa, dongeng, permainan video, penyanyi dan musisi idola, dan film kartun. Pelaku cosplay disebut cosplayer. Di kalangan penggemar, cosplayer juga disingkat sebagai layer.

Di Jepang, peserta cosplay bisa dijumpai dalam acara yang diadakan perkumpulan sesama penggemar (dōjin circle), seperti Comic Market, atau menghadiri konser dari grup musik yang bergenre visual kei.

Penggemar cosplay termasuk cosplayer maupun bukan cosplayer sudah tersebar di seluruh penjuru dunia, yaitu Amerika, RRC, Eropa, Filipina, maupun Indonesia. (sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Costume_play)

Di Indonesia sendiri, cosplay sering diadakan oleh universitas ataupun sekolah tinggi bahasa asing yang memiliki jurusan Bahasa Jepang, tujuan mereka mengadakan acara cosplay tersebut, selain untuk mengenalkan kebudayaan Jepang juga untuk mengenalkan jurusan mereka ke kalangan luar. Acara cosplay juga sering diadakan oleh perkumpulan sesame penggemar comic market.


Foto waktu lihat cosplay di Teater Terbuka UPI

 
Leave a comment

Posted by on September 22, 2010 in my diary

 

Tags: , , , ,

“Hachiko” Sebuah Kesetiaan yang Tulus

2 April 2010, dibuat ber-air mata Bombay sama kakak sepupu gara-gara disuruh nonton film yang satu ini. Film yang dengan tokoh utamanya seekor anjing bernama hachiko. “Hachiko”. Apakah kalian sudah pernah mendengar kata-kata tersebut atau menonton filmnya? Kalau belum, film hachiko ini merupakan salah satu film yang tepat untuk direkomendasikan. Film ini diangkat dari kisah nyata, terdapat 2 versi untuk film ini yang pertama berjudul

“Hachiko Monogatari”

itu untuk versi jepang dan yang satu legi versi Hollywood berjudul

“Hachiko a Dog’s Story”

(yang versi Hollywood ini baru akan diputar di bioskop loh :) ).

Berikut adalah kisah nyata mengenai sesosok anjing yang bernama hachiko. Hachiko diceritakan lahir 10 November 1923 dari induk bernama Goma-go dan anjing jantan bernama Ōshinai-go, namanya sewaktu kecil adalah Hachi. Pemiliknya adalah keluarga Giichi Saitō dari kota Ōdate, Prefektur Akita. Lewat seorang perantara, Hachi dipungut oleh keluarga Ueno yang ingin memelihara anjing jenis Akita Inu. Ia dimasukkan ke dalam anyaman jerami tempat beras sebelum diangkut dengan kereta api yang berangkat dari Stasiun Ōdate, 14 Januari 1924.

Setelah menempuh perjalanan sekitar 20 jam, Hachi sampai di Stasiun Ueno, Tokyo. Hachi menjadi anjing peliharaan Profesor Hidesaburō Ueno yang mengajar ilmu pertanian di Universitas Kekaisaran Tokyo. Profesor Ueno waktu itu berusia 53 tahun, sedangkan istrinya, Yae berusia 39 tahun. Profesor Ueno adalah pecinta anjing. Sebelum memelihara Hachi, Profesor Ueno pernah beberapa kali memelihara anjing Akita Inu, namun semuanya tidak berumur panjang. Di rumah keluarga Ueno yang berdekatan dengan Stasiun Shibuya, Hachi dipelihara bersama dua ekor anjing lain, S dan John. Sekarang, lokasi bekas rumah keluarga Ueno diperkirakan di dekat gedung Tokyo Department Store sekarang.

Ketika Profesor Ueno berangkat bekerja, Hachi selalu mengantar kepergian majikannya di pintu rumah atau dari depan pintu gerbang. Di pagi hari, bersama S dan John, Hachi kadang-kadang mengantar majikannya hingga ke Stasiun Shibuya. Di petang hari, Hachi kembali datang ke stasiun untuk menjemput.

Pada 21 Mei 1925, seusai mengikuti rapat di kampus, Profesor Ueno mendadak meninggal dunia. Hachi terus menunggui majikannya yang tak kunjung pulang, dan tidak mau makan selama 3 hari. Menjelang hari pemakaman Profesor Ueno, upacara tsuya (jaga malam untuk orang meninggal) dilangsungkan pada malam hari 25 Mei 1925. Hachi masih tidak mengerti Profesor Ueno sudah meninggal. Ditemani John dan S, ia pergi juga ke stasiun untuk menjemput majikannya.

Nasib malang ikut menimpa Hachi karena Yae harus meninggalkan rumah almarhum Profesor Ueno. Yae ternyata tidak pernah dinikahi secara resmi. Hachi dan John dititipkan kepada salah seorang kerabat Yae yang memiliki toko kimono di kawasan Nihonbashi. Namun cara Hachi meloncat-loncat menyambut kedatangan pembeli ternyata tidak disukai. Ia kembali dititipkan di rumah seorang kerabat Yae di Asakusa. Kali ini, kehadiran Hachi menimbulkan pertengkaran antara pemiliknya dan tetangga di Asakusa. Akibatnya, Hachi dititipkan ke rumah putri angkat Profesor Ueno di Setayaga. Namun Hachi suka bermain di ladang dan merusak tanaman sayur-sayuran.

Pada musim gugur 1927, Hachi dititipkan di rumah Kikusaburo Kobayashi yang menjadi tukang kebun bagi keluarga Ueno. Rumah keluarga Kobayashi terletak di kawasan Tomigaya yang berdekatan dengan Stasiun Shibuya. Setiap harinya, sekitar jam-jam kepulangan Profesor Ueno, Hachi terlihat menunggu kepulangan majikan di Stasiun Shibuya.


Read the rest of this entry »

 
16 Comments

Posted by on April 8, 2010 in my diary

 

Tags: , , , , , ,

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,354 other followers