INTERNET DAN MASYARAKAT
Sesuai dengan tuntutan zaman yang semakin maju dan semakin moderen, maka komunikasi yang efektif dan efisien pun semakin dibutuhkan sehingga banyak orang yang berpikir untuk menciptakan alat yang dapat membantu manusia dalam mengatasi masalahnya terhadap komunikasi, sehingga terciptalah internet.
Internet atau yang biasa dikenal dengan ‘net’ saja adalah jaringan komputer terbesar di dunia, dengan Internet kita bisa berhubungan antar jaringan komputer. Karena sifatnya berupa ruang yang mirip dengan dunia kita sehari-hari, maka Internet biasa kita sebut dengan ruang maya (cyberspace). Melalui internet kita dapat melakukan banyak hal, di antaranya:
-
Melakukan pertukaran teks dan berbagai pesan dengan berjuta manusia dalam bisnis, akademi, pemerintahan dan organisasi lain dalam lebih lima puluh negara.
-
Mengakses suatu perangkat lunak, dokumen (seni, politik, kebudayaan), gambar, peta cuaca, katalog perpustakaan dan berbagai informasi dari beberapa tempat di seluruh dunia.
-
Melakukan komunikasi dan pertukaran sumber daya atau mendapatkan sumber daya untuk bersama-sama bekerjasama dalam satu kantor atau berbeda benua, untuk tujuan yang sama.
Komunikasi dan teknologi informasi yang mendukung terciptanya komunikasi Superhighway menjadikan dunia menjadi Global
Village, tentunya membuat terbentuknya penyesuaian berbagai kehidupan dalam bermasyarakat baik itu pendidikan, politik, ekonomi, sosial budaya dan bahkan pertahanan keamanan.
1. Internet dan Pendidikan
Pada mulanya internet beredar di kalangan akademis yang gemar mengirimkan elektronic mail untuk berkirim file dan kabar dalam masyarakat mulai berkembang awal tahun sembilan puluhan.
Di Indonesia sendiri, internet telah dipelopori oleh Universitas Indonesia tahun 1986. Februari tahun 1995 Departemen Pendidikan Amerika Serikat (US. Department of Education) melaporkan bahwa sepertiga masyarakat komputer di Amerika Serikat mempunyai akses untuk masuk dalam jaringan internet dan lebih dari 70 % memiliki pemancar TV pendidikan dalam sekolah, belum lagi AT&T Foundation telah memberikan tiga ratus ribu dolar Amerika kepada Pennsylvania State University untuk mengembangkan belajar jarak jauh dengan presentasi interaktif komputer.
Perkembangan teknologi komputer dan komunikasi sedemikian pesatnya sehingga membawa dampak positif dalam dunia pendidikan. Baru-baru ini dua proyek Internet mahasiswa pada Taipei American School di Taiwan dapat berdiskusi dengan jaringan online dengan rekan dari University di Texas dalam menjelajahi seluk beluk kejayaan suku Maya dalam menaklukan musuhnya di Amerika Latin dengan membawa transponder satelit dan kamera.
Dengan adanya Internet para calon mahasiswa dapat mencari pengumuman dana beasiswa dan pinjaman untuk kuliah dari berbagai universitas di luar negeri, bahkan materi satuan kredit semesterpun dari setiap ajaran kuliah dapat dilihat mulai dari universitas kurang ternama sampai universitas ternama seperti Harvard ataupun MIT. Materi-materi kuliahpun sudah mulai dijadikan bentuk teks, dan masuk dalam jaringan universitas, mahasiswa yang berhalangan hadir tinggal mengakses materi kuliah untuk belajar sendiri.
Di Indonesia pun cara ini sudah mulai dirintis oleh universitas-universitas terkemuka negeri ini. Banyak peneliti dan mahasiswa Indonesia memanfaatkan jaringan ini untuk sumber informasi penelitian dan tugas akhir mereka. Mereka bisa berkonsultasi dengan guru besar ternama di negara lain dengan e-mail lebih leluasa, karena biayanya murah karena pulsa yang digunakan pulsa lokal, tak perlu sambungan internasional.











