Nonton Film di Laptop dengan Menggunakan Remote Control


Anda sering menonton film Holllywood, Bollywood, atau Drama Korea dengan menggunakan laptop? Dan terkadang merasa malas untuk mengganti channel film ataupun melakukan pengaturan lainnya jika sudah berada di posisi yang paling nyaman untuk duduk ataupun tidur. Sekarang Anda tidak perlu khawatir lagi, di zaman yang canggih seperti saat ini, semua hal itu bisa di atasi dengan mudah. Dengan memanfaatkan wireless yang terhubung antara handphone dan laptop, Anda dapat memanfaatkan handphone Android yang Anda miliki sebagai remote control untuk laptop Anda. Berikut ini adalah langkah-langkah yang harus Anda lakukan:

  1. Install aplikasi GOM Player pada laptop Anda
  2. Install aplikasi GOM Remote pada laptop dan handphone Android Anda
  3. Pastikan laptop dan handphone Android yang Anda gunakan terkoneksi dengan wireless yang sama
  4. Buka aplikasi GOM Remote pada laptop Anda

  5. Akan muncul tampilan seperti gambar di atas, klik issuing the security key
  6. Masukkan nomor yang tertera seperti gambar di bawah ini

  7. Buka aplikasi gom remote pada handphone Anda, klik New Connection

  8. Inputkan angka yang tertera pada layar laptop Anda, lalu klik OK

  9. Aplikasi sudah siap untuk digunakan.

Pengenalan Tipe Data


Tipe Data dapat dikelompokkan menjadi dua macam:

  1. Tipe Dasar
    Tipe ini sudah ada sejak zaman dahulu (predefined data type). Tipe data dasar adalah tipe data yang sudah disediakan oleh program sehingga programmer bisa langsung menggunakannya. Yang termasuk ke dalam tipe dasar adalah:

    • Bilangan lojik (boolean) : adalah tipe data yang hanya bernilai benar (true) atau salah (false).
    • Bilangan bulat : adalah bilangan yang tidak mengandung pecahan desimal.
      Pascal Rentang Nilai C
      byte 0 … 255 unsigned char
      shortint -128 … 127 signed char
      word 0 … 65535 unsigned int
      longint -2147483648 … 2147483647 long int
    • Bilangan riil : adalah bilangan yang mengandung pecahan desimal. Nilai “16” dianggap sebagai bilangan bulat, tetapi nilai “16.0” dianggap sebagai bilangan riil. Di dalam Turbo Pascal tipe real dapat direpresentasikan ke dalam empat macam tipe, yaitu real, single, double, dan extended. Dalam bahasa C, hanya ada dua tipe untuk bilangan riil, yaitu float atau double.
    • Karakter : adalah semua huruf-huruf abjad, semua tanda baca, angka, dan karakter. Karakter kosong (null) adalah karakter yang panjangnya nol, dan dilambangkan dengan ”.
    • String : adalah untaian karakter dengan panjang tertentu. Contoh string : ‘BANDUNG’, ‘A12345’, ‘Jalan Pramuka’, dll.
  2. Tipe BentukanTipe bentukan adalah tipe yang didefinisikan sendiri oleh pemrogram (user-defined type data). Tipe betukan disusun oleh satu atau lebih tipe dasar. Ada dua macam tipe bentukan:
    • tipe dasar yang diberi nama dengan nama tipe baru.Contoh :type BilanganBulat : integer;
    • tipe terstruktur yaitu tipe yang berbentuk rekaman (record). Rekaman disusun oleh satu atau lebih field. Contoh : array, record, file, set (himpunan).

Pengenalan Variabel


Variabel adalah identitas yang digunakan untuk menampung nilai.Variabel digunakan untuk mewakili suatu nilai tertentu di dalam proses program. Berbeda dengan konstanta yang nilainya selalu tetap, nilai dari suatu variable bisa diubah-ubah sesuai dengan kebutuhan. Untuk memperoleh nilai dari suatu variable digunakan pernyataan penugasan (assignment statement), yang mempunyai sintaks sebagai berikut :
variable = ekspresi ;

Pemberian nama dari suatu variable dapat ditentukan sendiri oleh pemrogram dengan aturan sebagai berikut :

  1. Terdiri dari gabungan huruf dan angka dengan karakter pertama harus berupa huruf. Bahasa pemrograman pada umumnya bersifat case-sensitive artinya huruf besar dan kecil dianggap berbeda. Jadi antara nim, NISN dan Nisn dianggap berbeda. Pemrograman yang bersifat case-sensitive (Diantaranya : C++, C#, Java).
  2. Tidak boleh mengandung spasi.
  3. Tidak boleh mengandung symbol-simbol khusus, kecuali garis bawah (underscore). Yang termasuk symbol khusus yang tidak diperbolehkan antara lain : $, ?, %, #, !, &, *, (, ), -, +, =dsb.
  4. Panjangnya bebas, tetapi hanya 32 karakter pertama yang terpakai. Contoh penamaan variabel yang benar : NIM, a, x, nama_mhs, f3098, f4, nilai, budi, dsb.
    Contoh penamaan variable yang salah :
    %nilai_mahasiswa, 80mahasiswa, rata-rata, ada spasi, penting!, dsb

DEKLARASI
Deklarasi diperlukan bila kita akan menggunakan pengenal (identifier) dalam program. Identifier dapat berupa variable, konstanta dan fungsi.

DEKLARASI VARIABEL
Bentuk umumnya :

Nama_tipe nama_variabel;

Contoh :

int x; // Deklarasi x bertipe integer
char y, huruf, nim[10]; // Deklarasi variable bertipe char
float nilai; // Deklarasi variable bertipe float
double beta; // Deklarasi variable bertipe double
int array[5][4]; // Deklarasi array bertipe integer

Lirik Lagu Raisa “Kali Kedua”


Jika wangimu saja bisa
Memindahkan duniaku
Maka cintamu pasti bisa
Mengubah jalan hidupku

Cukup sekali saja
Aku pernah merasa
Betapa menyiksa
Kehilanganmu

Kau tak terganti
Kau yang selalu ku nanti

Takkan ku lepas lagi

Pegang tanganku
Bersama jatuh cinta
Oooooooo

Kali kedua
Pada yang sama
Oooooooo

Jika senyummu saja bisa
Mencuri detak jantungku
Maka pelukanmu yang bisa mmmh
Menyapu seluruh hatiku

Cukup sekali saja
Aku pernah merasa
Betapa menyiksa
Kehilanganmu

Kau tak terganti
Kau yang selalu ku nanti
Takkan ku lepas lagi

Pegang tanganku
Bersama jatuh cinta
Oooooooo

Kali kedua
Pada yang sama
Oooooooo uuu

Satukan hati Tanpa perduli
Kedua kali Kita bersama lagi

Pegang tanganku
Bersama jatuh cinta
Haaaaaaaaaa

Kali kedua
Pada yang sama
Sama indahnya

Pegang tanganku
Bersama jatuh cinta
Haaaaaaaaaaa

Kali kedua
Pada yang sama
Sama indahnya

raisa

Algoritma Menggunakan Bahasa Natural


Algoritma bahasa natural merupakan cara penyajian suatu algoritma yang paling sederhana dan paling mudah untuk dimengerti. Algoritma ditulis dengan bahasa yang kita gunakan sehari-hari (bahasa indonesia). Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan jika kita akan menyajikan suatu algoritma sebuah program dengan bahasa natural, antara lain Start dan End yang harus dituliskan secara explisit. Start dituliskan sebagai ‘inisialisasi’ atau ‘Mulai’ dan merupakan langkah pertama dalam algoritma, sedangkan End sendiri dituliskan sebagai ‘selesai’ dan dituliskan pada akhir algoritma. Tidak ada aturan baku dalam hal penamaan Start dan End itu sendiri, tidak masalah jika Anda ingin memberikan penamaan yang berbeda yang terpenting adalah tetap mengandung arti/maksud yang sama.

Berikut ini adalah salah satu contoh sederhana dari algoritma yang menggunakan bahasa natural. Algoritma untuk menentukan luas persegi. Jadi diberikan input sebuah bilangan sisi persegi dari user, dan program akan secara otomatis memberikan output berupa luas dari bangun persegi tersebut. Perhatikan contoh bahasa natural di bawah ini:

1. Inisialisasi
2. Input sebuah bilangan, masukkan ke dalam variabel sisi.
3. Menentukan luas persegi dengan menggunakan rumus luas= sisi * sisi
4. Tampilkan output berupa luas persegi
5. Apakah ingin mengulang proses?
   - Jika ya kembali ke langkah 2
   - Jika tidak, langsung ke langkah 6
6. Selesai

Struktur Algoritma


Algoritma berisi langkah-langkah penyelesaian masalah dengan urutan langkah yang logis. Langkah – langkah tersebut dapat berupa runtunan aksi, pemilihan aksi, dan pengulangan aksi.

1. Runtunan (Sequence)

Sebuah runtunan terdiri dari satu atau lebih pernyataan. Tiap pernyataan (instruksi) dikerjakan sesuai dengan urutan penulisannya, misalnya jika kita memiliki lima buah instruksi yang harus dikerjakan, instruksi yang pertama harus selesai diselesaikan terlebih dahulu baru dilanjutkan ke instruksi yang kedua, dan begitu seterusnya. Jika urutannya diubah, maka kemungkinan hasilnya pun akan berubah. Runtunan satu atau lebuh pernyataan disebut juga pernyataan-gabungan (compound statements).

Perhatikan runtunan pernyataan(instruksi) yang dilambangkan dengan A1, A2, 
A3, A4, dan A5 berikut:
A1
A2
A3
A4
A5

Mula-mula pemroses melaksanakan pernyataan A1. Jika A1 telah selesai dikerjakan, pemroses melaksanakan pernyataan A2. Jika A2 telah selesai dikerjakan, pemroses melaksanakan pernyataan A3, dan begitu seterusnya sampai pernyataan A5 dikerjakan.

Contoh algoritma:

Diberikan dua buah tabung, A dan B; tabung A berisi air yang jernih, tabung B berisi air yang sangat kotor. Pertukarkan kedua tabung tersebut sedemikian sehingga tabung A berisi air yang sangat kotor dan tabung B berisi air yang jernih.

Algoritma:
1. Tuangkan air dari tabung A ke dalam tabung C.
2. Tuangkan air dari tabung B ke dalam tabung A.
3. Tuangkan air dari tabung C ke dalam tabung B.

2. Pemilihan (Selection)

Pemilihan adalah suatu keadaan dimana aksi akan dikerjakan jika kondisi tertentu dapat dipenuhi.
Pernyataan pemilihan (selection-statement) atau disebut juga pernyataan kondisional dapat ditulis sebagai berikut:

if kondisi then
 aksi 1
else 
 aksi 2

Bila kondisi bernilai benar, aksi 1 akan dikerjakan, tetapi kalau tidak, aksi 2 yang akan dikerjakan. Misalnya pada pernyataan berikut:

if nilai > 75 then 
 lulus ujian
else
 tidak lulus ujian

Apabila pemilihan aksi lebih dari dua buah (pemilihan bersarang atau nested-if), maka struktur pemilihannya sedikit lebih rumit. Perhatikan contoh berikut ini:

if nilai > 90 then 
 A
else if nilai > 80 then
 B
else if nilai > 70 then 
 C
else if nilai > 60 then 
 D
else
 E
3. Pengulangan (Repetition)

Pengulangan adalah suatu cara untuk mengulangi instruksi secara terus-menerus sampai suatu kondisi tertentu dipenuhi. Pernyataan pengulangan (repetition-statement) dapat ditulis dengan beberapa cara :

1. for-do

for pencacah pengulangan dari i sampai N do
 aksi

Yang artinya adalah aksi dilakukan sebanyak hitungan pencacah pengulangan, yaitu dari i sampai N sebanyak N-i + 1 kali.

Contoh algoritma pengulangan :
Tuliskan kalimat “Saya berjanji tidak akan bolos sekolah lagi” sebanyak 250 kali.

Algoritma:

for i dari 1 sampai 250 do
 Tulis "Saya berjanji tidak akan bolos sekolah lagi"

2. repeat-until

repeat
 aksi
until
 kondisi

Yang artinya adalah pengulangan aksi dilakukan hingga kondisi terpenuhi.

Contoh algoritma pengulangan :
Tuliskan kalimat “Saya berjanji tidak akan bolos sekolah lagi” sebanyak 250 kali.

Algoritma:

repeat 
 Tulis "Saya berjanji tidak akan bolos sekolah lagi"
until 
 (i > 250)

3. while-do

while kondisi do
 aksi

Yang artinya adalah selama kondisi pengulangan masih benar, maka aksi dikerjakan. Perbedaannya dengan repeat-until, jika pada repeat-until kondisi pengulangan di evaluasi di akhir, maka pada while-do kondisi pengulangan di evaluasi di awal pengulangan. Walaupun keduanya memiliki fungsi yang mirip, namun untuk beberapa kasus tidak dapat saling menggantikan.

Contoh algoritma pengulangan :
Tuliskan kalimat “Saya berjanji tidak akan bolos sekolah lagi” sebanyak 250 kali.

Algoritma:

while (i < 251) do
 Tulis "Saya berjanji tidak akan bolos sekolah lagi"

Konsep Algoritma


Sejarah Algoritma

Menurut Rinaldi Munir (2011:10), Para ahli bahasa menemukan kata algorism berasal dari nama cendikiawan muslim yang terkenal yaitu Abu Ja’far Muhammad Ibnu Musa Al-Khuwarijmi (Al-Khuwarijmi dibaca oleh orang Barat menjadi algorism) dalam bukunya yang berjudul Kitab Aljabar Wal-muqabala, yang artinya “Buku Pemugaran dan Pengurangan” (The book of restoration and reduction). Dari judul buku itu kita memperoleh kata “aljabar” (algebra). Perubahan dari kata algorism menjadi algorithm muncul karena kata algorism sering dikelirukan dengan arithmetic sehingga akhiran –sm berubah menjadi –thm.

Definisi Algoritma

Menurut Thomas H. Cormen (2009:5), Algoritma adalah prosedur komputasi yang mengambil beberapa nilai atau kumpulan nilai sebagai input kemudian di proses sebagai output sehingga algoritma merupakan urutan langkah komputasi yang mengubah input menjadi output.

Menurut Donald E. Knuth (1973, p1-2) dalam buku “The Art of Computer Programming Second Edition Volume I”, algoritma dalam pengertian  modern mempunyai kemiripan dengan istilah resep, proses, metode, teknik, prosedur, rutin. Algoritma adalah sekumpulan aturan-aturan berhingga yang memberikan sederetan operasi-operasi untuk menyelesaikan suatu jenis masalah yang khusus.

Menurut Rinaldi Munir, algoritma adalah urutan langkah-langkah logis penyelesaian masalah yang disusun secara sistematis.

Secara umum, algoritma diartikan sebagai urutan, tahapan, metode, ataupun urutan sistematis yang yang digunakan untuk memecahkan suatu permasalahan. Secara khusus algoritma diartikan sebagai sebuah metode khusus yang tepat, terdiri dari serangkaian langkah yang disusun secara sistematis untuk menyelesaikan permasalahan dengan menggunakan bantuan komputer. Hal yang harus diingat adalah langkah-langkah penyelesaian masalah di dalam algoritma haruslah menyatakan urutan langkah yang logis, yang berarti bahwa urutan langkah tersebut memberikan jalan penyelesaian yang benar.

Berikut ini adalah contoh algoritma yang digunakan di dalam kehidupan sehari-hari.

Menukarkan isi dua buah tabung

Tabung A berisi air yang jernih, sedangkan tabung B berisi air yang sangat kotor. Kita hendak menukarkan isi kedua tabung tersebut sedemikian sehingga tabung A berisi air yang sangat kotor, dan tabung B berisi air yang jernih.

Penyelesaian: 

Agar dapat menukarkan kedua isi tabung tersebut, diperlukan tabung tambahan sebagai tempat penampungan sementara. Asumsikan tabung tersebut bernama tabung C. Dengan menggunakan tabung C ini, algoritma mempertukarkan isi tabung dapat ditulis sebagai berikut:

PROGRAM Tukar_IsiTabung

Diberikan dua buah tabung, A dan B; tabung A berisi air yang jernih, tabung B 
berisi air yang sangat kotor. Pertukarkan kedua tabung tersebut sedemikian 
sehingga tabung A berisi air yang sangat kotor dan tabung B berisi air yang 
jernih.

ALGORITMA:
1. Tuangkan air dari tabung A ke dalam tabung C.
2. Tuangkan air dari tabung B ke dalam tabung A.
3. Tuangkan air dari tabung C ke dalam tabung B.