Ikhlas


Apakah sebenarnya arti ikhlas itu?
Suatu kondisi untuk dapat merelakan sesuatu?
Suatu keadaan untuk memberi tanpa mengharapkan imbalan apa pun?
Ataukah suatu keadaan untuk melepaskan hal yang paling berharga, sekalipun sulit untuk menerimanya?
Ataukah sebuah pengorbanan yang sangat bermakna?

Sampai saat ini aku pun belum benar-benar mengerti tentang makna keikhlasan. Karena hingga saat ini aku masih belum mampu untuk menjalani hidup ini dengan penuh keikhlasan. Ikhlas untuk menerima segala sesuatu yang terjadi di dalam kehidupanku.

Seharusnya aku mampu mensyukuri segala sesuatu yang kumiliki tanpa harus menyesali apa yang tidak kumiliki. Aku sadar bahwa semua hal yang ada di dunia ini tidak ada yang abadi, semuanya hanyalah bersifat sementara, hanyalah titipan Sang Ilahi.

Akan tetapi, mengapa ketika sesuatu itu hilang dan pergi, aku tak pernah ikhlas untuk menerimanya. Aku justru hanya mampu mengutuk diriku sendiri, kenapa aku lalai menjaganya hingga aku harus mengalami yang namanya kehilangan.

Tapi kini aku sadar, tak selamanaya aku terus begini. Karena sesustu yang telah hilang dan pergi itu memang sudah bukan menjadi takdirku lagi.

Walau masih kecewa, walau belum bisa menerima semuanya, tapi aku harus rela. Karena hanya dengan merelakannya aku akan mengerti akan arti dari keikhlasan yang sejati.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s