Aktivasi Otak Tengah, benarkah efektif?


Masyarakat Indonesia akhir-akhir ini ramai membicarakan kegiatan yang satu ini. “aktivasi otak tengah” begitu mereka menyebutnya, konon katanya dengan melakukan aktivasi otak tengah ini pada anak-anak mereka, mereka akan memiliki anak-anak dengan kemampuan yang jenius, kecepatan belajar mereka bertambah dengan daya serap yang tinggi. Percaya atau tidak aktivasi otak tengah ini bisa dilakukan dengan mengikuti training atau pelatihan otak tengah selama 2 hari dengan membayar sebesar Rp. 3.500.000,00. Wow, terlihat sangat instan bukan? Tapi itulah yang disukai oleh masyarakat Indonesia, sesuatu yang instan dan langsung berdampak. Makanya tak heran jika banyak orang tua yang mau membayar sebesar itu dengan iming-iming akan memperoleh anak yang jenius dalam tkurun waktu 2 hari.

 

Menurut sumber yang saya baca, yaitu http://otaktengah.com/pengaktifan-otak-tengah/aktivasi-otak-tengah

 


Aktivasi otak tengahadalah  suatu penemuan fenomenal dalam pendidikan anak. Teori penggunaan otak tengah sebenarnya telah banyak dilakukan pada banyak negara negara di Asia terutama Jepang. Jepang telah lama melakukan praktek aktivasi otak tengah pada anak-anak.Seorang anak yang telah diaktivasi otak tengah akan memiliki kemampuan lebih dibandingkan dengan anak yang otak tengahnya belum di aktivasi.

 

Kegiatan dengan mata tertutup adalah suatu kegiatan yang paling nyata dapat dilihat. Seorang anak yang telah diaktivasi otak tengahnya (Mid Brain Activated) dapat mempunyai kemampuan luar biasa. Kemampuan ini bahkan sering kali dipertontonkan secara menakjubkan dalam program hiburan sulap. Setelah melihat kemampuan anak yang telah diaktivasi, sebagian besar acara pertandingan sulap di The Master menjadi kurang menarik. Karena hal ini dapat dilakukan sendiri oleh anak-anak polos yang hanya mengikuti training aktivasi otak tengah selama 2 hari. Kemampuan dasar yang dapat dilakukan adalah ‘melihat’ kartu dengan mata ditutup (blind fold). Christofle (9 thn) misalnya, setelah mengikuti training aktivasi otak tengah, dapat mengurutkan seluruh kartu remi sesuai dengan angka, warna dan bentuk gambar kartu dengan mata tertutup. Ia dapat mempergunakan indra raba untuk melihat pola dan warna lengkap dengan angka hanya dengan penglihatan kulit (Skin Vision).

 

Kemampuan lain yang dapat dilakukan oleh anak-anak ini adalah berjalan dengan mata ditutup, tanpa menabrak. Dilakukan percobaan pada seorang anak yang berjalan dengan mata ditutup kain. Seseorang sengaja menghalangi jalan didepannya. Dia serta merta dapat menghindari rintangan tersebut tanpa menyentuhnya. Seorang anak bahkan dapat mengenali ayahnya diantara kerumunan orang-tua lainnya, tanpa menyentuh dan mendengar suaranya.

 

Pada tingkatan yang lebih lanjut seorang anak diharapkan dapat ‘melihat’ benda dibalik tembok atau didalam kotak. Ia bahkan dapat menghitung uang yang terdapat dalam dompet seeorang di hadapannya tanpa orang tersebut mengeluarkan dompetnya. Jika seorang anak rajin melatih fungsi otak tengahnya bahkan dia dapat mengharapkan membaca dokumen yang terletak dalam posisi tertutup.

 

Kemampuan prediksi (memperkirakan apa yang akan terjadi beberapa saat kemudian) adalah kemampuan yang lebih tinggi yang dapat di miliki oleh seorang anak. Seorang anak yang telah mendapat aktivasi otak tengah dapat ‘menduga’ kartu apa yang akan muncul pada saat orang tersebut masih mengocok kartunya. Begitu selesai mengocok, dan memilih sebuah kartu, orang tersebut mengambil sebuah kartu yang ternyata tepat seperti ‘dugaan’ sang anak tersebut.

 

 

Aktivasi otak tengah bukanlah suatu hal yang magis atau berbau supranatural. Aktivasi otak tengah dilakukan dengan secara ilmiah. Aktivasi otak tengah ini  banyak mempergunakan gelombang otak Alpha. Gelombang otak Alpha di buktikan secara ilmiah adalah gelombang otak yang muncul dominan pada saat kita dalam keadaan relax dan paling kreatif. Gelombang otak ini biasanya dominan pada saat kita bangun tidur, atau dalam keadaan relax di toilet, atau bahkan sedang berendam air panas di bathtub. Tidak heran mengapa Archimedes menemukan hukum Achimedes pada saat dia mandi.

 

Tapi ada beberapa orang tua yang menyesal setelah mengikuti training aktivasi otak tengah, ada beberapa anak yang setelah mengikuti training itu mereka jadi hyperaktif dan atau memiliki kemampuan untuk melihat hal-hal gaib dan benda-benda gaib, mungkin terdengar seperti mendekati ke arah indigo. Tentu saja orang tua nak yang bersangkutan menjadi khawatir terhadap situasi dan kondisi yang dihadapi oleh anaknya saat ini, dan mereka sangat berharap bahwa orang-orang yang melakukan training aktivasi otak tengah itu, mampu kembali menutupi kemampuan anaknya dalam melihat sesuatu yang gaib.

Well, kita lihat saja, apakah mereka mampu?

4 thoughts on “Aktivasi Otak Tengah, benarkah efektif?

    • iya, trus ada kasus, di mana si anak teh ternyata bohong, sebenernya dia mah ga bisa nebak kartu kalo matanya ditutup, tapi karena penutup matanya ada celahnya, jadi dia bisa ngintip. lagian katanya akurasi keberhasilannya 70-80%, jadi kemungkinan ada gagalnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s