Chickenpox (CACAR)


Rasanya udah lama ga berkunjung ke rumah yang satu ini (*sambil ngeberesin sarang laba-laba). Yap, blog ini sudah seperti rumah lainnya buat saya, di mana saya bisa berkeluh kesah, bercerita, tertawa, menangis kalo perlu karena saya tak begitu pandai untuk berbicara, akhirnya saya mencoba mengekspresikan semuanya lewat kata. Walau terkadang terdengar sedikit bermetafora, yang penting kata tersebut penuh dengan makna.😀

Bandung, 30 Januari 2011

Hari ini adalah hari Minggu, kebanyakan orang biasanya menghabiskan waktunya untuk berkumpul bersama keluarga, bercengkrama brsama, atau bahkan piknik keluar kota untuk melepas penat yang ada, berbanding 1800 dengan kesibukan saya hari itu. Walaupun harus tinggal dan diam di kosan seorang diri selama hampir 1minggu, tetapi saya berusaha untuk tidak menyerah dan pasrah, selain banyak urusan yang harus diselesaikan dengan segera, saya diam di kosan tercinta ini berharap agar lebih bisa melakukan banyak hal, dibandingkan saat tinggal di rumah, yang terkadang setengah mati membuat saya malas untuk beraktivitas karena dimanjakan oleh beragam fasilitas yang ada. Cuaca siang hari yang panas, membuat tubuh ini semakin malas dan badan ini terasa panas, mulanya saya anggap ini hanyalah efek dari cuaca, tapi semakin lama semakin tak mengenakan. Akhirnya, saya memutuskan untuk meminum paracetamol (read : obat penurun panas). Setelah badan pun turun panas, tak lama timbul bintik kecil di leher, semula saya mengira itu hanya biang keringat biasa, karena bentuk bintilnya yang sangat kecil, tak berwarna merah, dan berisi air. Saya anggap sambil lalu saja, karena biasanya akan hilang dengan sendirinya.

Bandung, 31 Januari 2011

Pagi hari yang membuat malas untuk beraktivitas, tapi dikejutkan oleh semakin banyaknya bintil-bintil yang ada. Hwaaaaaaa…… apa ini? Daripada salah bersugesti terus, akhirnya memutuskan untuk langsung pergi ke poliklinik terdekat, dan apa kata dokter? Saya kena C.A.C.A.R. 😦 . Dan hari itu pun saya memutuskan untuk pulang ke rumah.

Cacar Air, dalam bahasa Inggris disebut sebagai Chickenpox, atau dalam bahasa kedokteran disebut sebagai Varicella. Penyakit yang sangat menular ini disebabkan oleh virus bernamaVaricella Zooster Virus (VZV).Cacar air adalah penyakit akut, menular akibat infeksi virus cacar air. Penyakit ini berbeda dengan cacar yang kini dinyatakan telah terbasmi dari muka bumi. Cacar air umumnya hanya mengenai anak kcil. Namun, di negara tropis seperti Indonesia, penyakit ini ternyata banyak juga menghinggapi para remaja dan dewasa.

Penyakit ini disebabkan virus varisela atau disebut juga virus varicella zooster (virus V-Z). Virus ini bisa ditemukan dalam cairan vesikel, darah penderita dan cairan selaput lendir, serta dapat menyebabkan penyakit herpes zoster.

\”Seseorang mudah terserang virus jika daya tahan tubuhnya lemah,\” papar dr Irawan Mangun Atmaja SpA (K) dari Bagian Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta.

Penularan cacar air lewat percikan ludah orang sakit atau melalui cairan yang keluar bila gelembung-gelembung di kulit yang pecah. Penderita dapat menularkan penyakit ini 24 jam sebelum kelainan di kulit timbul sampai tujuh hari kemudian. \”Karena sangat mudah menular, penderita harus diisolasi sampai sembuh,\” ujar Irawan menambahkan.

Dalam sejumlah literatur disebutkan, masa inkubasi penyakit ini berkisar 11 hingga 12 hari. Pada tahap awal (fase prodromal), 24 jam sebelum timbul gejala kelainan pada kulit, penderita mengalami panas, lemah, malas, tidak memiliki nafsu makan, dan kadang kala disertai kemerahan pada kulit seperti biang keringat.

Pada tahap selanjutnya (fase erups), timbul bintik merah kecil yang berubah jadi gelembung ari (vesikel) dan berwarna dasar kemerahan. Cairan vesikel setelah beberapa hari berubah jadi keruh. Dalam tiga hingga empat hari vesikel ini menyebar ke seluruh tubuh, mulai dari badan lalu ke muka, bahu, dan anggota gerak.

Sekitar 250-500 benjolan kemudian akan timbul dan menyebar di seluruh bagian, tidak terkecuali pada muka, kulit kepala, mulut bagian dalam, mata, termasuk bagian tubuh paling intim. Dalam waktu kurang dari seminggu, lesi atau gelembung tersebut akan mengering dan terasa gatal. Dalam waktu satu hingga tiga minggu, bekas pada kulit yang mengering akan terlepas.

Gejala yang dialami orang dewasa umumnya lebih parah dibandingkan pada penderita yang masih kanak-kanak. Penderita yang sudah dewasa biasanya menderita demam lebih parah dan berlangsung lebih lama disertai sakit kepala serta luka yang lebih berat. Pasien dewasa juga biasanya kehilangan nafsu makan dan merasa linu pada badan.

Banyak yang bilang, jika terkena cacar air, penderita tidak boleh mandi. Hal tersebut justru salah, karena penderita cacar justru harus mandi dan mengganti pakaiannya setiap hari, agar terbebas dari kuman-kuman yang berasal dari lepuhan di kulit yang bisa mengakibatkan, jumlah bintik semakin menyebar dan bertambah banyak. Saat mandi, mandilah dengan menggunakan air hangat yang dicampur dengan antiseptic (missal: detol )atau air rebusan sirih, yang bertujuan untuk membunuh kuman atau bakteri yang terdapat di dalam air yang dapat menginfeksi kulit.

Berharap semuanya baik-baik saja, dan akan segera sembuh dari penyakit cacar ini. “Hope will be better soon :)”.

2 thoughts on “Chickenpox (CACAR)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s