One step closer “Thanks Allah”


Satu fase lagi telah terlewati (sidang + yudisium), terima kasih, Alhamdulillah. Perjuangan itu pun kembali berbuah manis. Terima kasih ya Allah, terima kasih ibu dan bapak, terima kasih adikku tersayang, terima kasih teman-teman seperjuangan, terima kasih untuk tim “Cruel Temptation”, terima kasih pemilik http://dhanz3rd.wordpress.com/, terima kasih untuk seluruh dosen Pendidikan Ilmu Komputer UPI, terima kasih untuk pembimbing-pembimbingku, untuk sepupu-sepupu tercinta, buat semua pihak yang terlibat dalam penyelesaian skripsi ini, sekali lagi, terima kasih😀.

Tepat tanggal 6 Juni 2011 yang lalu, saya dan segenapa warga Pendidikan Ilmu Komputer melaksanakan sidang skripsi. Peristiwa ini merupakan salah satu peristiwa yang cukup menegangkan dalam hidup saya, mungkin tak hanya saya, tapi untuk siapa pun yang akan melewati fase ini. Terlihat wajah-wajah tegang mahasiswa yang sudah mencari-cari masalah dan akhirnya harus disidangkan di hadapan para penguji. Terlihat wajah-wajah cemas, khawatir, namun tetap narsis dan ceria untuk sedikit menghilangkan suasana tersebut.

Sidang pun usai, ada yang pulang dengan sedikit wajah lesu, karena masih ada beberapa hal yang perlu direvisi, ada yang tersenyum lega karena sidang telah terlewati, ada yang berpeluh karena dibantai penguji, ada juga yang terlihat cuek saja seakan tidak terjadi apa-apa. Rasa sidang memang seperti rasa permen n*n*- n*n*, campur aduk, terkadang seperti ingin di-skip begitu saja, tapi itu merupakan hal yang tidak mungkin, karena sidang merupakan bagian dari pengalaman, salah satu bagian pengalaman untuk melakukan interview di dunia kerja nantinya. Rasa cemas, dan khawatir itu tetap manusiawi, justru rasanya akan aneh jika bisa melewatinya dengan tenang-tenang saja. Salah satu bagian yang terpenting adalah percaya diri, karena itu bekal kita saat di hadapan penguji nanti, karena dengan rasa kepercayaan diri tersebut, kita akan mampu, menjelaskan maksud kita secara jelas dan bebas hambatan layaknya jalan tol🙂.

Selasa, 7 Juni 2011

Sidang telah usai, saatnya untuk yudisium. Kembali menegangkan, suasana pun menjadi khawatir dan kembali campur aduk. Menunggu teman satu per satu, agar acara pembacaan yudisium dapat segera dimulai karena jika ada satu orang saja yang tidak hadir, maka acara pembacaan hasil yudisium akan dibatalkan. Sibuk sms sana-sini, menanyakan siapa saja teman yang belum hadir, posisi mereka di mana, dan mengabarkan kepada para dosen, untuk sedikit bersabar. Akhirnya semua yang ditunggu pun sudah berkumpul, saatnya pembacaan yudisium. Sebelum memulai acara pembacaan yudisium, tak henti-hentinya para dosen mengingatkan untuk tetap menjaga nama baik almamater, dan tetap belajar, walaupun sudah lulus kuliah di jenjang S1 ini.

Pembacaan hasil yudisium pun dimulai, “Yang dipanggil namanya, langsung berdiri dan ucapkan nimnya”, begitu kira-kira perkataan salah satu dosen kami, satu persatu peserta sidang yang dipanggil namanya berdiri, mengucapkan nimnya, disebutkan predikat kelulusannya. Alhamdulillah saya “LULUS”. Semuanya pun begitu, wajah-wajah pun kembali ceria, kembali berfoto-foto ria. Seakan satu beban sudah terlepas lag, tinggal menentukan arah penerbangan selanjutnya.

“Di mana lagi kita akan mendarat setelah ini?”

7 thoughts on “One step closer “Thanks Allah”

  1. Selamat buat seluruh pemain Cruel Temptation… berahirnya perjuangan kita dibarengi berahirnya tayangnya film kita… ckckckck

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s