Trip Bandung-Madura Part 3 (Edisi Malang)


Setelah selesai mengelana di museum kereta api Ambarawa kami semua pun bergegas meninggalkan Ambarawa di sore hari. Kami bermalam di Kota Sragen, letak penginapan yang kami tempati hanya berjarak beberapa meter saja dari alun-alun Kota Sragen. Di sekitar alun-alun banyak sekali penjual yang menjajakan jajanan kuliner, pakaian ataupun aksesoris. Kebetulan malam itu sedang ada pasar malam yang di gelar di alun-alun Kota Sragen sehingga menambah meriah suasana malam di Kota Sragen.

Keesokan harinya, perjalanan pun dilanjutkan kembali. Kali ini kami berhenti di Desa Sidoarjo Kabupaten Malang. Di desa ini terdapat kereta Lori pengangkat tebu. Sebenarnya kereta ini tidak diperuntukkan untuk wisata, tapi berhubung om saya langsung meminta izin kepada sang pemilik kereta dan akhirnya diizinkan oleh pemiliknya, maka kami pun diperbolehkan menaiki kereta lori tersebut (yippie…😀 ).

Rute perjalanan yang dilakukan oleh kereta ini merupakan rute yang sederhana. Kereta lori membawa potongan-potongan tebu dari perkebunan menuju pabrik tebu untuk kemudian diolah. Rute kereta lori pengangkat tebu ini harus melintasi jalan raya yang terletak di dekat pabrik, sehingga jalan raya pun harus ditutup terlebih dahulu ketika kereta lori ini melewati perlintasan jalan raya, seperti kereta halnya kereta penumpang. Bahan bakar untuk menjalankan kereta uap ini adalah ampas tebu. Ampas tebu yang tersisa dari hasil pengolahan tebu, di press kemudian dibentuk berkotak-kotak seperti kubus, dan selanjutnya dimasukkan ke dalam bara api yang menyala yang terdapat pada bagian depan lokomotif kereta. POOONG! Begitulah bunyi klakson kereta ketika kereta tersebut akan dijalankan, dan ketika kereta tersebut mulai bergerak, suara uap air yang keluar dari cerobong kereta terdengar seperti suara uap air gerobak tukang putu yang biasa lewat di depan rumah,hehe.. seru sekali. Pengalaman yang tak terlupakan dan begitu mengesankan.

Saat kami berkunjung ke pabrik tebu tersebut, ternyata disana sedang banyak foreigner yang biasa melakukan penelitian sebanyak 1 tahun sekali ke pabrik dan kereta lori tersebut. Entah apa yang sebenarnya mereka lakukan tapi mereka semua terlihat begitu terhibur ketika saya dan saudara-saudara saya menaiki kereta lori tersebut, dan berteriak serta tertawa gembira saat menaiki kerta lori itu.

Beranjak dari kereta lori sang pengangkat tebu, perjalanan dilanjutkan menuju kota wisata “Batu Malang”, kota yang sangat kami tunggu-tunggu. Berbeda dengan kota-kota yang berada di Jawa Tengah dan Jawa Timur lainnya, kota ini memiliki hawa sejuk dan dingin, begitu dinginnya hingga air yang terdapat di sana pun terasa dingin seperti air es, maklumlah Batu Malang memang terletak di daerah kaki gunung, sehingga hawa dingin begitu terasa.

And finally “Selamat Datang di Kota Wisata Batu”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s