Trip Bandung-Madura Part 5 (Edisi Suramadu)


Sore hari menjelang petang, hari masih terlihat begitu indah, perjalanan harus tetap kami lanjutkan. Tujuan kita kali ini adalah Surabaya, ya kota besar yang terletak di ujung timur Pulau Jawa. Sebenarnya tujuan akhir dari tujuan kami adalah sebuah kota yang berada di sebuah pulau di sebrang pulau jawa. Ya, Pulau Madura, tepatnya kabupaten sumenep, sebuah kabupaten yang terletak di ujung Pulau Madura, dan merupakan daerah leluhur om (uwa) saya.

Perjalanan panjang pun kembali ditempuh. Untuk mencapai Sumenep, terlebih dulu kita harus kembali melewati beberapa kota, diantaranya Sidoarjo. Di kota ini,terdapat sebuah bendungan panas besar yang berisi lumpur panas. Ya, inilah LUMPUR LAPINDO. Sayangnya, ketika kami semua tiba di sana, hari sudah beranjak malam, sehingga kami tak bisa melihat begitu jelas, karena tidak terdapat penerangan di sana. Kami hanya mampu melihat area lumpur tersebut dengan menggunakan bantuan senter. Sungguh area yg sangat luas, sekitar 2 kelurahan terendam di dalam genangan lumpur tersebut. Menurut penjaga area lumpur lapindo tersebut, jika kami berkunjung pada siang hari, kami bisa melihat lumpur itu dengan jelas. Akan tetapi, hawa panas yang keluar dari lumpur dan bercampur dengan cahaya matahari yang terik, akan membuat kami tidak betah untuk berlama lama di sana. Setelah melihat-lihat sebentar dan bercakap-cakap dengan penduduk sekitar yang tinggal di dekat lumpur lapindo tersebut, kami pun kembali melanjutkan perjalanan.

Menikmati kota Surabaya yang indah, mesjid agung yang megah, lampu kota yang gemerlap, mobil pun terus melaju dengan cepat menuju sebuah jembatan terobosan baru, menuju ke jembatan Suramadu, yaitu jembatan besar yang menghubungkan kota Surabaya dengan Madura, rangka jembatan Suramadu sekilas terlihat seperti tol pasopati yang ada di kota Bandung :p , yang membuat jembatan Suramadu ini menarik adalah cahaya lampu warna warni yang menghiasinya. Seperti yang tampak pada foto di bawah ini.

It’s looked so glorious

Di sepanjang jembatan Suramadu, pengendara bermotor harus mengendarai kendaraannya sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Pengendara tidak diperbolehkan mengurangi kecepatan kendaraan dari yang ditentukan atau bahkan memberhentikan kendaraan, karena hal tersebut dapat membahayakan keselamatan penumpang kendaraan. Kenapa? Karena saat kita menyebrangi selat tersebut, terdapat angin laut yang memiliki kecepatan yang cukup tinggi yang dapat mengganggu keseimbangan kendaraan yang berkecepatan rendah. Layaknya jalan tol, di jalan ini terdapat jalur untuk untuk mendahului, yang berbeda adalah terdapat jalur khusus untuk kendaraan beroda dua.

Setelah berada di ujung jalan Jembatan Suramadu, kita semua beristirahat sejenak di pinggir jalan, menikmati suasana Madura di malam hari. Sejuk dan nyaman,berbanding terbalik dengan suasana siang yang panas membakar kulit. Dan ternyata kami masih belum bisa sampai di tujuan, butuh kira-kira waktu 4-5 jam untuk mencapainya. Kasihan om saya yang harus menyetir seharian itu, thanks ya Uwa, it’s really really beautiful holiday.

Happy Holiday, see you at next story..

5 thoughts on “Trip Bandung-Madura Part 5 (Edisi Suramadu)

  1. luar biasa,sungguh pengalaman yg jarang sekali bisa terulang untuk ke-2 kalinya,namun sungguh sayang jika tidak kenal dengan kami plat-m.com😀
    sungguh kami sangat bahagia bisa menyambut anda di kala berkunjung kembali ke pulau tercinta kami yaitu pulau garam (madura)
    good holiday,nice a diary,nice a blog,nice to you,see a

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s