Belajar Kehilangan


Kehilangan itu selalu menjadi hal yang paling ditakuti. Berapa kali pun saya belajar tapi tak satu kali pun saya lulus ujian kehilangan itu. Selalu ada rasa sakit, selalu ada rasa sedih. Saya kira seseorang yang sudah sering mengalami rasanya kehilangan pasti dia akan dengan mudahnya melewati sakit itu, tapi semua teori itu salah. Seberapa sering pun kamu mengalaminya, kamu tak akan pernah siap dengan perasaan yang satu itu.

Akan selalu ada pertanyaan kenapa harus saya yang mengalami proses menyedihkan itu. Tapi seberapa sering pun kamu mencari jawabannya kamu tidak akan pernah mampu menemukannya. Lagi lagi hanya waktu yang akan jadi penawar untuk melewati rasa sakit itu.

Saya, seorang gadis berumur 24 tahun, sejak kecil saya terbiasa memiliki hewan peliharaan, entah itu ikan ataupun kucing. Selama saya hidup, kucing di rumah pun sudah beberapa kali mengalami regenerasi, ada yang mati tertabrak mobil, ada yang hilang, ada yang mati karena sakit saat musim pancaroba. Seharusnya saya sudah terbiasa dengan semua itu bukan? Tapi ternyata tidak, seperti halnya saya hari ini, melihat makhluk lucu nan tampan serta menggemaskan itu sedang menunggu waktunya membuat hati saya terasa hancur. Mungkin rasanya seperti patah hati. Entahlah, perasaan macam apa itu.

Yang tenang ya meng, bebep sayang, mungkin Alloh lebih sayang, baik-baik yaa..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s