Konsep Algoritma


Sejarah Algoritma

Menurut Rinaldi Munir (2011:10), Para ahli bahasa menemukan kata algorism berasal dari nama cendikiawan muslim yang terkenal yaitu Abu Ja’far Muhammad Ibnu Musa Al-Khuwarijmi (Al-Khuwarijmi dibaca oleh orang Barat menjadi algorism) dalam bukunya yang berjudul Kitab Aljabar Wal-muqabala, yang artinya “Buku Pemugaran dan Pengurangan” (The book of restoration and reduction). Dari judul buku itu kita memperoleh kata “aljabar” (algebra). Perubahan dari kata algorism menjadi algorithm muncul karena kata algorism sering dikelirukan dengan arithmetic sehingga akhiran –sm berubah menjadi –thm.

Definisi Algoritma

Menurut Thomas H. Cormen (2009:5), Algoritma adalah prosedur komputasi yang mengambil beberapa nilai atau kumpulan nilai sebagai input kemudian di proses sebagai output sehingga algoritma merupakan urutan langkah komputasi yang mengubah input menjadi output.

Menurut Donald E. Knuth (1973, p1-2) dalam buku “The Art of Computer Programming Second Edition Volume I”, algoritma dalam pengertian  modern mempunyai kemiripan dengan istilah resep, proses, metode, teknik, prosedur, rutin. Algoritma adalah sekumpulan aturan-aturan berhingga yang memberikan sederetan operasi-operasi untuk menyelesaikan suatu jenis masalah yang khusus.

Menurut Rinaldi Munir, algoritma adalah urutan langkah-langkah logis penyelesaian masalah yang disusun secara sistematis.

Secara umum, algoritma diartikan sebagai urutan, tahapan, metode, ataupun urutan sistematis yang yang digunakan untuk memecahkan suatu permasalahan. Secara khusus algoritma diartikan sebagai sebuah metode khusus yang tepat, terdiri dari serangkaian langkah yang disusun secara sistematis untuk menyelesaikan permasalahan dengan menggunakan bantuan komputer. Hal yang harus diingat adalah langkah-langkah penyelesaian masalah di dalam algoritma haruslah menyatakan urutan langkah yang logis, yang berarti bahwa urutan langkah tersebut memberikan jalan penyelesaian yang benar.

Berikut ini adalah contoh algoritma yang digunakan di dalam kehidupan sehari-hari.

Menukarkan isi dua buah tabung

Tabung A berisi air yang jernih, sedangkan tabung B berisi air yang sangat kotor. Kita hendak menukarkan isi kedua tabung tersebut sedemikian sehingga tabung A berisi air yang sangat kotor, dan tabung B berisi air yang jernih.

Penyelesaian: 

Agar dapat menukarkan kedua isi tabung tersebut, diperlukan tabung tambahan sebagai tempat penampungan sementara. Asumsikan tabung tersebut bernama tabung C. Dengan menggunakan tabung C ini, algoritma mempertukarkan isi tabung dapat ditulis sebagai berikut:

PROGRAM Tukar_IsiTabung

Diberikan dua buah tabung, A dan B; tabung A berisi air yang jernih, tabung B 
berisi air yang sangat kotor. Pertukarkan kedua tabung tersebut sedemikian 
sehingga tabung A berisi air yang sangat kotor dan tabung B berisi air yang 
jernih.

ALGORITMA:
1. Tuangkan air dari tabung A ke dalam tabung C.
2. Tuangkan air dari tabung B ke dalam tabung A.
3. Tuangkan air dari tabung C ke dalam tabung B.

 

One thought on “Konsep Algoritma

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s